Manusia
dan Cinta Kasih
Manusia
dan cinta kasih mempunyai keterkaitan penting dalam kehidupan kita sebagai
manusia bumi. Cinta kasih telah ada sejak manusia pertama diciptakan. Manusia diberikan
akal pikiran serta perasaan untuk bisa berpikir baik buruknya cinta kasih,
serta bisa merasakan perwujudan cinta dan kasih itu dalam kehidupan kita sehari -hari. Pada
kesempatan ini, akan dibahas
tentang hubungan manusia dan cinta kasih dengan beberapa contoh nyatanya.
Sebelumnya
mari kita membahas dahulu tentang apa sih cinta dan kasih itu? Pastinya kita
semua sudah tahu tentang cinta dan kasih. Cinta kasih bisa diartikan kasih
sayang kepada keluarga, teman, dan mungkin saja orang special yang kita sayang.
berikut akan dijelaskan beberapa pengertian tentang cinta dan kasih.
1.
Pengertian cinta
dan kasih
Cinta
kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan
menaruh belas kasihan. Dengan demikian
dua kata cinta dan kasih memiliki arti tersendiri. Cinta lebih mengandung
pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang
mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu
kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta
juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia
dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi
perintahnya.
Dalam
buku seni mencintai karya Erich Fromm bahwa cinta itu memberi, bukan menerima.
Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, dan yang
terpenting dalam hal member adalah yang manusiawi. Kalau diamati secara seksama
bahwasanya dalam hal cinta sudah sepatutnya kita memberi, memeberi disini
maksudnya adalah semua yang ada pada kita dan dia sedang membutuhkan kita maka
kita akan selalu ada untuknya. Dengan kata lain saling membutuhkan satu sama
lain.
Manusia
dalam kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak
dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu
sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa
kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin
memiliki seutuhnya. Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka
akan timbul rasa cinta sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta
yang mendalam, dalam artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah
pasti cinta. Rasa suka seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa
cinta kasih.
Cinta
adalah makna yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat
dalam perbuatan, karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa
ingin melindungi. Dengan adanya kasih cintapun semakin sempurna. Karena kata
cinta dan kasih tidak bisa dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling
memiliki, dan rasa saling mengasihi. Semuanya ada pada diri manusia yang
memiliki rasa cinta dan kasih.
Semuanya
dengan adanya rasa cinta dan kasih didalamnya, maka cinta semakin kekal dalam
pencitraannya. Cinta pertama di awal dari Adam dan Hawa, kemudian dilanjutkan
oleh Rama dan Sinta, dan cinta itu dibawa mati oleh Romeo dan Juliet. Dengan
demikian cinta selalu ada awal dan ada akhir. Namun cinta tak akan pernah
musnah.
2. Macam-macam Cinta Kasih
Ada
beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut :
a. Cinta kasih antar orang tua dan
anak. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti
mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar
anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
b. Cinta kasih antara pria dan
wanita. Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku
baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia
menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
c. Cinta kasih antara sesama
manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit
dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih
terhadap kawannya yang sakit itu.
d. Cinta kasih antara manusia
dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi
larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.
e. Cinta kasih manusia terhadap
lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman
pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan
teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu
menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
Adapaun beberapa definisi dari
beberapa tokoh diantaranya
Menurut
ibnu al-arabi
Mari kita simak pendapat Ibnu al-arabi (tokoh filosofo islam) mengenai rasa cinta. Ibnu al-araby membagi cinta pada 3 tingkatan, yaitu:
Mari kita simak pendapat Ibnu al-arabi (tokoh filosofo islam) mengenai rasa cinta. Ibnu al-araby membagi cinta pada 3 tingkatan, yaitu:
1.Cinta Natural. cinta ini bersifat
subjektif, kita lebih mementingkan keuntungan diri sendiri. Contohnya, kita
dapat mencintai seseorang karna dia telah menolong kita, berbuat baik pada
kita. Seperti cintanya seekor kucing pada majikannya karna telah merawatnya.
2.Cinta Supranatural. Cinta ini
brsifat objektif, tanpa pamrih. dimana kita akan mencintai seseorang dengan
tulus tanpa mengharapkan timbal balik walau masih ada muatan subjektif.
Contohnya seperti cintanya seorang ibu pada anaknya, ia rela berkorban apapun
dan bgaimanapun caranya demi kebaikan anaknya walaupun tanpa ada balasan (rasa
cinta) dari anaknya tersebut. Pada tingkat inilah kita akan mulai memahami
pepatah yang menyabutkan “CINTA TAK HARUS MEMILIKI”
3.Cinta Ilahi. Inilah kesempurnaan
dari rasa cinta. Kita tidak hanya akan mendahulukan kepentingan objek yand kita
cintai,. Lebih dari itu, ketika kita telah mencapai tingkatan ini kita tidak
akan lagi melihat diri kita sebagai sesuatu yang kita miliki, penyerahan secara
penuh, sirnanya kepentingan pribadi. Kita merasa bahwa apapun yang kita miliki adalah
milik objek yang kita cintai.
Menurut KANG ZAIN
1. Cinta berbasis Shodr (lapisan hati
luar)
Ciri-cirinya adalah perasaan mudah gelisah, kecenderungan yang ada adalah untuk memiliki bukan untuk memberi. Sifatnya jasadi atau fisik. Dan kental sekali berbau dunia. Ingin punya ini dan ingin punya itu … tapi sering lupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki.
Ciri-cirinya adalah perasaan mudah gelisah, kecenderungan yang ada adalah untuk memiliki bukan untuk memberi. Sifatnya jasadi atau fisik. Dan kental sekali berbau dunia. Ingin punya ini dan ingin punya itu … tapi sering lupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki.
2. Cinta berbasis Qolbu (lapisan
hati tengah)
Ciri-cirinya adalah perasaan kadang gelisah tapi kadang tenang bahagia. Kadang menikmati tapi kadang menyesali. Kadang inget Tuhan tapi kadang inget kekasih hati ciptaan Tuhan. Perasaannya bolak-balik seperti Qolbu. Jika ia memiliki hati yang bersih maka walaupun ia mencintai makhluk Tuhan, ia tetap paham prosedur syariat yang harus dilewati. Sehingga ia bisa memiliki sesuatu dengan cara yang dirahmati Tuhan.
Ciri-cirinya adalah perasaan kadang gelisah tapi kadang tenang bahagia. Kadang menikmati tapi kadang menyesali. Kadang inget Tuhan tapi kadang inget kekasih hati ciptaan Tuhan. Perasaannya bolak-balik seperti Qolbu. Jika ia memiliki hati yang bersih maka walaupun ia mencintai makhluk Tuhan, ia tetap paham prosedur syariat yang harus dilewati. Sehingga ia bisa memiliki sesuatu dengan cara yang dirahmati Tuhan.
3. Cinta berbasis Fuad (lapisan hati
dalam)
Inilah cinta yang sejati, sangat dalam dan penuh sensasi yang melupakan (dunia). Ia begitu dalam sehingga tidak mudah lepas, bahkan tidak bisa lepas. Hatinya bergantung penuh kepada Tuhan. Ia nyaris lupa akan dunia. Dan itulah yang jadi masalahnya. Ia terkadang lupa akan bajunya yang mungkin saja kurang pantas dilihat. Ia tidak lagi memikirkan penilaian orang terhadapnya. Itu sebabnya ia pun sering beristghfar karena khawatir tidak mampu mencintai Makhluk Tuhan, sehingga ada yang terzalimi karena begitu kuat cintanya kepada Tuhan. Hatinya tenang karena dekat kepada Tuhan, dan hatinya pun gelisah karena ingat dosa-dosanya yang tak mampu dilihatnya. Mungkin saja ia sampai bingung apalagi yang mau di-istighfari, padahal ia sangat menyukai istighfar dan taubat, tapi ia begitu anti berbuat maksiat.
Inilah cinta yang sejati, sangat dalam dan penuh sensasi yang melupakan (dunia). Ia begitu dalam sehingga tidak mudah lepas, bahkan tidak bisa lepas. Hatinya bergantung penuh kepada Tuhan. Ia nyaris lupa akan dunia. Dan itulah yang jadi masalahnya. Ia terkadang lupa akan bajunya yang mungkin saja kurang pantas dilihat. Ia tidak lagi memikirkan penilaian orang terhadapnya. Itu sebabnya ia pun sering beristghfar karena khawatir tidak mampu mencintai Makhluk Tuhan, sehingga ada yang terzalimi karena begitu kuat cintanya kepada Tuhan. Hatinya tenang karena dekat kepada Tuhan, dan hatinya pun gelisah karena ingat dosa-dosanya yang tak mampu dilihatnya. Mungkin saja ia sampai bingung apalagi yang mau di-istighfari, padahal ia sangat menyukai istighfar dan taubat, tapi ia begitu anti berbuat maksiat.
Berikut ini ada sebuah kisah nyata tentang sebuah jalinan
cinta kasih antara 2 orang manusia John
Rendall dan Anthony Bourke dengan seekor singa yang mereka beri nama christian. Kisah
ini berawal dari seseorang yang bernama Harrods
yang mendapatkan anak singa yang kabur dari satu kandang entah di mana. Harrods
kemudian menjualnya. Dua orang anak muda Australia yang tinggal di London, John
Rendall dan Anthony Bourke, membelinya dan memeliharanya di apartemen mereka.
Selain itu mereka juga melatihnya di halaman sebuah gereja.
Namun
dalam waktu satu tahun singa yang diberi nama Christian itu tumbuh begitu
cepat. Rendall dan Bourke merasa tak bisa lagi memeliharanya di ruang terbatas.
Suatu ketika mereka bertemu George Adamson, seorang ahli konservasi Inggris
yang bertugas di Kenya. Adamson menyarankan agar Christian dilepas saja ke
hutan alam di Kenya. Rendall dan Bourke setuju.
Setelah
setahun mereka berpisah dengan Christian, Rendall dan Bourke pergi ke Kenya
menemui Adamson. Sekalian mereka ingin membuat video dokumentasi tentang
Christian, jika bertemu. Adamson membimbing mereka ke tempat Christian tinggal
namun dengan sedikit peringatan: Christian tak mungkin mengenal mereka lagi
karena sudah begitu lama berpisah. Namun video tersebut menunjukkan sesuatu
yang lain. Christian ternyata masih mengenal Rendall dan Bourke bahkan saat
bertemu lagi menunjukkan rasa kangennya yang tak terduga christian memeluk mereka berdua layaknya seorang manusia. Dari kisah
diatas dapat kita lihat seekor singa yang dikenal oleh banyak orang terkenal dengan
sifat ganas dan buas dapat hilang dengan cinta kasih yang diberikan oleh John Rendall dan Anthony Bourke dengan tulus
kepada singa mereka christian .
Sumber-sumber :
http://dofadroid.blogspot.com/2012/04/ibd-manusia-dan-cinta-kasih.html

0 komentar:
Posting Komentar